Banyak pengarang pernah disebut menulis antifon Maria yang katanya paling populer ini: St. Bernardus dari Clairvaux, Adhemar de Monteil, Uskup Le Puy, dan Petrus dari Kompostela. Herman Contractus, yang juga menulis beberapa doa Maria yang terkenal, adalah penulis yang dianggap paling mungkin oleh para cendekiawan. Ada sebuah cerita menarik menjelaskan tentang 3 seruan terakhir. “Chronicles of Spires” mencatat bahwa 3 seruan terakhir ditambahkan oleh St. Bernard. Himne ini, menurut cerita tersebut, asalnya berakhir dengan kata ostende. Lalu ketika St. Bernardus ditugaskan sebagai Utusan Kepausan di Jerman, dia mendengar hymne ini dinyanyikan di Gereja di Spires, lalu dia berlutu dan tiba-tiba dipenuhi Roh Kudus, Ia berseru: o clemens, O pia, O dulcis virgo Maria. 3 seruan ini selalu diulangi sejak saat itu dan 4 batu di Gereja menandakan tempat dimana dokter gereja ini berlutut. Sayangnya bagi klaim ini, cerita ini pernah muncul di manuskrip yang lebih kuno sebelum kejadian ini seharusnya berlangsung.

Apa yang kita ketahui sebagai pastinya adalah Salve Regina digunakan sebagai lagu prosesional di Cluny pada tahun 1135. Sekitar 1218, para Cistercians mengadopsi lagu ini sebagai lagu prosesional dan pada 1251 sebagai lagu penutup Compline. Para dominikan dan fransiskan juga mengadopsi lagu ini sekitar waktu yang sama dan para karmelit menggunakannya untuk sementara untuk menggantikan Injil Terakhir pada Misa Kudus. Gregorius IX memerintahkan agar lagu ini dinyanyikan setelah Compline pada jumat sepanjang tahun. Sejak abad ke-14 smpai saat ini, hymne ini selalu menjadi bagian dari Compline untuk ritur Latin. Biasanya antifon ini didoakan pada Compline dari Hari Raya Tritunggal Mahakudus sampai Advent.

Hymne ini katanya juga merupakan kesukaan dari Bunda kita menurut testimoni dari mereka yang dilaporkan melihat dia dari penglihatan-penglihatan. Satu cerita mengenai klaim ini didapat dari penglihatan yang didapat oleh St. Dominikus. Dia memasuki koridor biara untuk meneruskan doa tengah malamnya, lalu ia menengok ke atas dan melihat tiga wanita cantik datang menuju tempatnya. Dia berlutut di depan wanita yang utama dan dia memberkati St. Dominikus. Walaupun St. Dominikus mengenalnya, St. Dominikus memohon pada wanita itu untuk memebri tahu namanya. Wanita itu menjawab, “Aku adalah dia yang kau panggil setiap sore, dan ketika engkau berdoa “eia ergo, advocata nostra”, aku berlutut di hadapan Putraku, memohon Dia untuk menjaga ordo ini.” (Dari “Life of St. Dominic, Lacordaire)

Banyak penulis telah memuji himne ini. St. Alphonsus menelaah Salve Regina secara mendalam pada bukunya “Glories of Mary”. Pasto Taunton menulis, “Wangi doa ini melingkupi atas jiwa kita ketika di akhir hari yang panjang, atau di akhir Ibadat Harian, kita menyerahkan doa kita di tangan Maria, sehingga dia, yang murni dan mulia, berkenan mempersembahkan doa-doa kita dengan kekuatan cinta keibuannya kepada Tuhannya, kepada Sang Putra, buah tubuhnya yang terpuji itu. Doa-doa kita yang disampaikan melalui tangan bunda kita pastinya akan diterima oleh Putranya dan kita akan segera mendengar penghormatan yang Dia berikan kepada bunda-Nya.” Ada juga cerita yang mengatakan bahwa Salve Regina didoakan oleh para awak Columbus pada suatu sore hari dan pada pagi keesokan harinya mereka menemukan benua Amerika.

Sekarang doa ini adalah salah satu antifon Maria yang menutup Compline dari Doa Harian dan juga digunakan sesudah doa rosario. Indulgensi sebagian juga diberikan kepada orang beriman yang mendoakan doa ini dengan setia.

HAIL holy Queen, Mother of mercy, our life, our sweetness, and our hope. To thee do we cry, poor banished children of Eve. To thee do we send up our sighs, mourning and weeping in this valley of tears.

Turn then, most gracious Advocate, thine eyes of mercy toward us. And after this our exile show unto us the blessed fruit of thy womb, Jesus.

O clement, O loving, O sweet Virgin Mary. Amen.

V. Pray for us, O Holy Mother of God.R. That we may be made worthy of the promises of Christ.

Let us pray

Almighty, everlasting God, who by the cooperation of the Holy Spirit, didst prepare the body and soul of the glorious Virgin-Mother Mary to become a worthy dwelling for Thy Son; grant that we who rejoice in her commemoration may, by her loving intercession, be delivered from present evils and from the everlasting death. Amen. ?