Kristus menyatakan kepada St. Margaret Maria Alacoque keinginan-Nya “untuk membuat sebuah gambar dari Hati Kudus-Nya untuk dipuja secara khusus oleh umat dan dipasang di rumah-rumah mereka juga sebuah gambar kecil untuk dibawa kemanapun mereka pergi.” St. Margaret Maria selalu membawa sebuah Badge Hati Kudus dan mendorong para novisnya untuk melakukan hal yang sama. Ia membuat banyak badge dan sering mengatakan bahwa kebiasaan ini sangat berkenan pada Hati Kudus.

Popularitas badge ini meningkat secara mendadak dikarenakan sebuah kejadian dramatis di kota Marseilles, Perancis. Pada tahun 1720, sekitar 30 tahun setelah kematian St. Margaret Maria, Marseilles tertimpa suaut wabah penyakit. Sekitar 1000 orang mati setiap harinya dikarenakan wabah ini. Kepanikan melanda semua orang. Uskup Marseilles meminta para suster di kota itu untuk membuat ribuan Badge Hati Kudus sama seperti yang digunakan oleh St. Margaret Maria dan kelompoknya. Ketika badge-badge itu selesai dibuat, uskup memimpin sebuah prosesi memasuki kota itu. Lalu ia mempersembahkan kota Marseilles kepada Hati Kudus dan semua orang yang hadir diberi sebuah Badge Hati Kudus. Sejak saat itu, tidak ada lagi kasus wabah yang dilaporkan.

Tahun 1870, seorang wanita dari Roma, ingin mengetahui opini Bapa Suci Pius IX mengenai Badge Hati Kudus dan mempersembahkan satu kepadanya. Tersentuh setelah melihat tanda keselamatan ini, Paus Pius IX mengakui devosi dan berkata, “Ini, Nyonya, adalah suatu inspirasi dari surga. Ya, dari surga.” Beato Paus Pius IX pada tahun 1872 menganugerahkan indulgensi 500 hari yang bisa didapat sekali sehari kepada semua orang yang setia mengenakan emblem ini dan mendoakan 1x Bapa Kami, 1x Salam Maria, dan 1x Kemuliaan.

Badge ini adalah sarana bagi kita untuk selalu ingat akan laku tobat kita yang kita terima dengan cinta dan iman. Tanda kita ikut bagian dalam penderitaan Kristus. Dengan demikian, kita ikut serta secara lebih dekat dengan Kristus dalam karya penting penyelamatan manusia dengan menerima kewajiban yang dituntut Perintah Allah, dengan tetap setia pada tugas panggilan sehari-hari kita; dengan tabah menerima pencobaan, kekecewaan dan salib kita sehari-hari.

Kristus bersabda pada St. Margaret Mary: “Nama-nama mereka yang menyebarkan devosi pada Hati Kudus-Nya akan tertulis selamanya pada Hati-Ku.” Penyelamat kita yang tercinta juga bersabda pada Ibu Rafols, “Kepada mereka yang dengan setia mengenakan gambar Hati Kudus-Nya, Ia menjanjikan rahmat yang berlimpah dan perlindungan istimewa pada saat ajal.” Dia berjanji, di masa yang akan datang, akan banyak jiwa menyebarkan Devosi kepada Hati Kudus-Nya.

Doa yang dikarang oleh Beato Paus Pius IX:
“Bukalah Hati Kudus-Mu, O Yesus! Tunjukan padaku keelokan-Nya dan satukanlah diriku dengan Hati-Mu selamanya. Semoga seluruh degup hatiku, bahkan selama aku tidur, menjadi saksi dari cintaku dan berkata pada-Mu tanpa hentinya: Ya, Tuhan Yesus, aku memuja Dikau… terimalah perbuatan-perbuatan kecilku … anugerahilah kepadaku rahmat untuk memperbaiki hal-hal jahat yang kulakukan … sehingga aku dapat memuji Dikau selalu dan bersyukur pada-Mu untuk selama-lamanya.”